Have an account?

Selasa, 23 Maret 2010

PENDUDUKAN JEPANG

1. PENYERAHAN BELANDA KEPADA JEPANG DI KALIJATI

Oleh kerena serangan Jepang yang dating mendadak dan dahsyat maka pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati yang masing-masing diwakili oleh Ter Poorten dan Imamura. Peristiwa ini menandai babak baru dalam sejarah perjuangan pemuda Indonesia. Sejak peristiwa tersebut Indonesia berada di bawah penjajahan Jepang selama kurang lebih tiga setengah tahun. Tampak saat penandatanganan naskah perjanjian di Kalijati, Subang, Jawa Barat.

2. LETJEN IMAMURA

Letjen Imamura adalah pimpinan Tentara Jepang yang mengambil alih kekuasaan Indonesia dari tangan Belanda di Kalijati tanggal 8 Maret 1942.

3. KEDATANGAN TENTARA JEPANG DI PALEMBANG

Setelah mengadakan serangan terhadap Pearl Harbour 8 Desember 1941 laju infasi Jepang bagaikan tak terbendung lagi. Ke arah barat dengan sasaran Malaya dan Sumatra. Pasukan Jepang kemudian dibagi dua. Sebagian terus menyerbu Singapura dan sebagian menyerbu Palembang untuk menyelamatkan sumber-sumber minyak yang menurut rencana akan dibumihanguskan. Tampak tentara Jepang sedang menduduki Kota Palembang 1942.

4. KEDATANGAN TENTARA JEPANG DI SABANG

Setelah mengadakan serangan terhadap Pearl Harbour 8 Desember 1941 laju infasi Jepang bagaikan tak terbendung lagi. Ke arah barat dengan sasaran Malaya dan Sumatra. Untuk Sumatra sebagai sasarannya adalah sumber-sumber minyak yang merupakan bahan penting sebagai pendukung aksi ekspansinya. Karena serangan yang begitu mendadak maka Belanda tidak sempat mengadakan perlawanan. Tampak Tentara Jepang mendarat di Sabang untuk kemudian menguasai dan mengambil alih wilayah Sumatra Utara dari tangan Belanda tanpa melalui perlawanan yang berarti.

5. BARISAN PEMUDA INDONESIA RAYA

Pada masa pendudukan militer Jepang di Indonesia didirikan organisasi pemuda dengan nama Barisan Pemuda Indonesia Raya tidak lain hanya untuk mengambil hati bangsa Indonesia agar kedatangannya diterima dan menimbulkan persepsi persahabatan, walaupun setelahnya Jepang bertindak lebih kejam dari penjajah sebelumnya.

6. SEINEN KURENSYO

Seinen Kunrensyo adalah Barisan Pemuda yang dilatih secara militer sebelum terbentuknya Keibodan dan Seinendan. Mereka dididik cara menggunakan senjata, berbaris, taiso serta kegiatan militer lain dengan maksud untuk membantu Jepang dalam Perang Dunia II.

7. LATIHAN TAISO

Pemuda-pemuda pelajar sedang berlatih Taiso (Olah Raga/Senam). Setiap pagi sebelum pelajaran para pemuda pelajar oleh pemerintahan militer Jepang dilatih baris-berbaris, senam serta kewajiban menghormat Dewa Matahari dengan cara membungkukkan badan dalam-dalam ke arah timur laut dengan mengucap Seikeirei.

8. ROMUSHA

Untuk memenuhi kepentingan militer Jepang dalam membuat lapangan terbang, gua-gua persembunyian, jalan raya, maka dibentuklah “Prajurit Pekerja Sukarela” atau Romuha pada tahun 1943. Di daerah Yogyakarta disebut Norokaryo. Banyak diantara pemuda dan rakyat yang menjadi korban dari kasus “Narakarya” ini. Kebanyakan mereka dikirim ke luar Jawa antara lain ke Birma, Banten dan Borneo dan pulang hanya tinggal nama. Untuk mengatasi hal ini maka Sri Sultan HB IX menyiasatinya dengan mengadakan proyek pembangunan Selokan Mataram yang mampu menyelamatkan ribuan rakyat Yogyakarta dari praktek Romusha Jepang.

9. PEMBERONTAKAN PETA

Diketahuinya rencana perlawanan PETA di Blitar (14 Februari 1945) oleh pihak Jepang sehingga menyebabkan 55 anggota PETA lainnya tertangkap. Pada tanggal 16 April 1945 mereka diadili di Pengadilan Militer Jepang di Jakarta. Hasil siding Budancho R. Muradi, Budancho Halim Mangkudidjaja, Eisei Chudancho Dr. Ismail, Shodancho Suparjono, Budancho Sudarmo dan Shikihancho Sumanto dihukum mati. Sedangkan lainnya dipenjara di Penjara Cipinang Jakarta. Diduga Supriyadi terlebih dulu telah dibunuh oleh Jepang.

10. PIMPINAN PEMBERONTAKAN PETA

Supriyadi lahir pada tanggal 13 April 1923 di Trenggalek, Jawa Timur. Pada bulan Oktober 1943 Supriyadi masuk sebagai Tentara Pembela Tanah Air (PETA). Setelah selesai di pendidikan PETA Supriyadi diangkat sebagai Sodancho di daerah Blitar dan mendapat tugas mengawasi pekerjaan Romusha yang sangat menyedihkan. Karena itu timbul rencana untuk memberontak (14 Pebruari 1945) namun dapat diketahui oleh Jepang, maka pemberontakan gagal. Pada tanggal 16 April 1945 mereka diadili di Pengadilan Militer Jepang di Jakarta. Hasil sidang Budancho R. Muradi, Budancho Halir Mangkudidjaja, Eisei Chudancho Dr. Ismail, Shodancho Suparjono, Budancho Sudarmo dan Shikihancho Sumanto dihukum mati. Sedangkan lainnya dipenjara di Penjara Cipinang Jakarta. Diduga Supriyadi terlebih dulu telah dibunuh oleh Jepang.

MASA PERWUJUDAN IDENTITAS NASIONAL

1. GEDUNG SUMPAH PEMUDA

Gedung Sumpah Pemuda (Indonesia Club-Gebouw) merupakan gedung tempat dicetuskannya Sumpah Pemuda pada tanggala 28 Oktober 1928 di Jakarta. Sekarang bangunan yag terletak di jalan Keramat Raya No. 106 Jakarta ini tetap dilestarikan sebagai bangunan bersejarah dan difungsikan sebagai museum khusus sejarah perjuangan nasional dengan nama Museum Sumpah Pemuda.

2. PUTUSAN KONGRES PEMUDA II

Sebagai manifestasi persatuan pemuda II yang berlangsung tanggal 26-28 Oktober 1928 di Gedung Indonesische Club Gebouw Jl. Kramat Jakarta (Museum Sumpah Pemuda). Dihadiri oleh 9 pemuda dan sejumah tokoh politik termasuk Sukarno, Sartono dan Sunaryo. Kongres diketuai oleh Sugondo Joyo-Puspito. Adapun hasil kongres yang paling terkena adalah rumusan Sumpah Pemuda. Piagam ini berisi ikrar keuletan para pemuda Indonesia bahwa bertanah air, berbangsa dan berbahasa yang satu yaitu Indonesia.

3. PENCIPTA LAGU INDONESIA RAYA

Wage Rudolf Supratman lahir tanggal 19 Maret 1903 di Jatinegara, Jakara. Adanya tulisan dalam majalah timbul di Jakarta yang menentang para pencipta lagu Insonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan, maka atas jerih payahnya maka pada tahun 1924 terciptalah lagu Indonesia Raya yang kemudian dinyanyikan pada saat penutupan kongres pemuda II pada tanggal 28 Oktober di Jakarta. Sebagai seorang tokoh Nasionalis WR. Supratman wafat pada tanggal 17 Agustus 1938 di Surabaya, atas jasanya pemerintah menganugrahkan Bintang Mahapautra Utama.

4. PESERTA KONGRES PEMUDA II

Kongres Pemuda II yang berlangsung pada tahun 1928 marupakan kristalisasi dari nasionalisme yang lahir dibidani oleh Boedi Uetomo. Dengan menanggalkan artribut kebhiniekaan para pemuda dari organisasi kedaerahan menyatakan tekadnya dalam satu kesatuan bahasa, bangsa, dan tanah air Indonesia.

5. PANITIA KONGRES PEMUDA II

Kongres Pemuda II tanggal 27-28 Oktober 1928 merupakan wujud dari manifestasi rasa persatuan dan kesatuan Pemuda Indonesia. Tokoh yang hadir dalam kongres antara lain Sugondo Joyo Puspito (ketua kongres), M.Yamin (sekretaris, perumus ikrar pemuda), Abu Hanifah, WR Supratman Sukarjo Wiryopranoto, Kuncoro Purbopranoto, M.H Thamrin. Hasil terpentinge dalam kongres yaitu tercetusnya Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928) yang berisi antara lain satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa yaitu Indonesia.

6. PEMBUBARAN JONG JAVA

Jong Java yang semula bernama Trikhoro Darmo yang didirikan pada tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta. Anggotanya kebanyakan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karena sifat jawanya yang sangat menonjol maka tahun 1918 dirubah menjadi Jong Java yang merupakan persatuan jawa raya.dalam kongresnya ke XII di Semarang 23-29 Desember 1928 memutuskan mengadakan fusi dengan organisasi-organisasi kedaerahan lain dalam Indonesia Muda.

7. GAPI (GABUNGAN POLITIK INDONESIA)

GAPI berdiri bulan Mei 1939 akibat penolakan Belanda atas Pestisi Soetarjo tahun 1938 yang telah disetujui oleh Volksraad. Anggota GAPI antara lain Parinda, Gerindo, Pasundan, Persatuan Minahasa, PSII dan PII (pecahan PSII), Perhimpunan Politik Katholik Indonesia. Secretariat bersama diketuai oleh Abikusno (PSII) dibantu oleh MH. Thamrin (Parinda) dan Amir Syarifudin (Gerindo). Tuntutan dari GAPI ini sangat terkenal adalah Indonesia berpalemen.

MASA PERGERAKAN NASIONAL

1. WAHIDIN SUDIRO HUSODO

Wahidin Soediro Hoesodo adalah tokoh pencetus lahirnya Boedi Oetomo 1908. Beliau lahir pada 7 Januari 1852 di Mlati, Sleman, Yogyakarta dan wafat pada 26 Mei 1917 dan dimakamkan di Mlati, Sleman, Yogyakarta. Semasa hidupnya, tahun 1895 bersama rekan-rekannya mendirikan Surat Kabar dua bahasa (Jawa dan Melayu) Retno Dumilah di Yogyakarta. Pada tahun 1906 s.d. 1907 giat melaksanakan perjalanan mengumpulkan Studiefonds (Dana Pendidikan) bagi penduduk pribumi. Setelah bertemu dengan Sutomo seorang pelajar STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), berpadulah gagasan mereka yang terktualisasi dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. wahidin Soediro Hoesodo beristri seorang wanita Betawi yang bernama Anna. Dari perkawinannya lahirlah dia orang anak. Salah satunya bernama Abdullah Subroto yang kemudain menurunkan Sujono Abdullah dan Basuki Abdullah (keduanya Pelukis)

2. LEMBAGA BO (BOEDI OETOMO)

Menggambarkan seekor burung terbang tinggi yang ingin mencapai sesuatu dengan tulisan BO. Busur panah melambangkan menuju cita-cita organisasi. Sayap kiri dan kanan berjumlah delapan melambangkan tahun 1908 dan ekor lima melambangkan bulan Mei.

3. SOETOMO

Soetomo adalah ketua pertama Organisasi Boedi Oetomo.Beliau lahir di Ngepeh, Jawa Timur 30 Juli 1888 dengan nama Subroto dan wafat di Surabaya 30 Mei 1938. Sebagai mahasiswa STOVIA masuk pada 10 Januari 1903 dan tamat 11 April 1911. Bersama rekan-rekannya Goenawan, Soeradji, Goembrek mendirikan Organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Pemuda Sutomo merupakan pelajar pertama yang merespon ajakan Dokter Wahidin Soediro Hoesodo untuk mendirikan Budi Utomo. Tahun 1919 Soetomo berkesempatan belajar ke Negeri Belanda, Jerman dan Austria. Di Negeri Belanda Soetomo menjadi anggota Indische Vereeniging (yang kemudian berubah menjadi Indonesische Vereeniging dan kemudian menjadi Perhimpunan Indonesia). Setelah ke Indonesia menganjurkan agar Boedi Oetomo bergerak dalam dunia politik dan organisasi terbuka untuk umum.

4. GEDUNG STOVIA

Gedung Stovia Jakarta merupakan bangunan bersejarah tampat dilahirkannya Organisasi Boedi Oetomo yang membidani berkembangnya nasionalisme di Indonesia. Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut maka gedung Stovia dilestarikan sebagai museum khusus perjuangan nasional dengan nama Museum Kebangkitan Nasonal yang terletak di Jl. Abdulrahaman Saleh 26 Jakarta.

5. TOKOH BUDI UTOMO

Boedi Oetomo adalah merupakan organisasi pergerakan nasional modern yang pertama kali berdiri di Indonesia pada tangagl 20 Mei 1908. Pendirinya dipelopori yang didukung oleh gagasan Dr. Wahidin Soediro Hoesodo yang didukung oleh para pelajar STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandche Artsen) Jakarta. Tampak tokoh-tokoh Budi Utomo antara lain (14) Dr. Wahidin Soediro Hoesodo,(15) R. Soetomo, (16) Gunawan Mangunkusuma , (17) Suwarno Gondosuarno, (18) M. Sulaiman, (19) R. Angka, dan (20) M. Soeradji.

6. KONGRES BUDI UTOMO

Kurang lebih 6 bulan usia organisasi Boedi Oetomo yang berdiri pada tanggal 20 Mei 1908, organisasi tersebut mengadakan kongresnya yang pertama di Yogyakarta. Kongres diadakan tanggal 3-5 Oktober 1908 di ruang makan Kweekschool (Sekaarng SMU 11) Yogyakarta. Kongres dipimpin oleh Dr. Wahidin Soedirohoesodo dan memutuskan antara lain mengangkat R.T.A. Tirtokoesoemo sebagai Ketua Pengurus Besar BO dan Yogyakarta ditetapkan sebagai pusat perkumpulan BO. Sedangkan para pelajar STOVIA menjadi pengurus Budi Utomo cabang Betawi.

7. MAHASISWA DAN DOSEN STOVIA

Boedi Oetomo lahir oleh karena kepedulian para kaum elite terpelajar terhadap para pelajar Bumi Putera. Di ruang anatomi sekolah dokter pribumi (STOVIA) organisasi tersebut lahir. Karena usahanya yang mulia organisasi modern pertama di Indonesia tersebut cepat terbesar. Cabang-cabang di daerah segera berdiri. Tampak para siswa dan dosen STOVIA bergambar bersama di halaman gedung bersejarah tersebut.

8. RA. KARTINI

Raden Ajeng Kartini seorang putri Bupati Jepara yang juga pelopor emansipasi wanita Indonesia lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Karena kegemarannya suka membaca buku dan majalah pikirannya menjadi terbuka lebar. Meski pendidikannya hanya tamat setingkat SD, dalam masa pingitan (tradisi adat, sebelum menikah) pikirannya tetap jauh ke depan untuk memajukan wanita Indonesia melalui pendidikan. Oleh karenanya Kartini mendirikan sekolah bagi gadis-gadis di lingkungan Kabupaten Jepara. Muridnya pun hanya berjumlah 9 orang yang terdiri dari kerabatnya sendiri. Di samping itu Kartini giat menulis surat kepada sahabatnya orang Belanda (Tuan dan Nyonya Abendanon).

9. SEKOLAH KARTINI

Kartini merupakan tokoh emansipasi wanita yang gigih memperjuangkan emansipasi melalui pendidikan. Ia mendirikan sekolah khusus untuk anak-anak puteri di lingkungan Kabupaten Jepara dan bertempat di Pendopo kabupaten. Sekolah tersebut pada tahun 1913 diberi nama oleh Tuan dan Nyonya Abendanon menjadi Sekolah Kartini School. Selanjutnya bermunculan pula sekolah-sekolah serupa di Semarang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Cirebon dan lain-lain.

10. KARTINI BERSAMA MURID

Suami RA. Kartini yaitu Bupati Rembang yang bernama Raden Adipati Joyodinigrat sangat memahami cita-cita Kartini karena Beliau mengijinkan untuk mendirikan sekolah bagi anak perempuan di rumahnya. Kemudian muncullah sekolah-sekolah serupa di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan lain-lain. Kartini meninggal dunia pada tanggal 17 September 1904, setelah melahirkan putera pertamanya. Sebuah buku berjudul “door Disternis tot Licht” (Habis Gelap Terbitlah Terang) merupakan kumpulan surat-suratnya. Tampak RA. Kartini bersama para murid yang semuanya wanita.

11. DEWI SARTKA

Raden Dewi Sartika dilahirkan di Cicelengka, Jawa Baratpadea tanggal 4 Desember 1884. ayahnya seorang atih di Bandung yang bernama Raden Somanagara yang dibuang ke Ternate karena menentang Pemerintah Belenda. Pada tanggal 16 Januari 1904, Dewi Sartika mendirikan sekolah yang kemudian diberi nama Sekolah Istri. Pada tahun 1910 sekolah tersebut berganti nama sekolah Kautaman Istri. Atas keberhasilannya muncul sekolah-sekolah serupa di Garut, Tasikmalaya, Purwakarta dll. Pada masa perang kemerdekaan Dewi Sartika menghentikan kegiatannya dan mengungsi ke Cirebon hingga wafat pada tanggal 11 September 1947.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No 252/Tahun 1996, tanggal 1 Desember 1996 ditetapkan sebagai hari Pahlawan Pergerakan Nasional.

12. MARIA WALANDA MARAMIS

Maria Yosephine Katarina Maramis dilahirkan di Kema Sulawesi Utara pada tanggal 1 Desember 1872. cita-cita untuk memajukan kaum wanitadi Minahasa tumbuh subur setelah menikah dengan guru HIS yang bernama Yosep Frederick Calusung pada tahun 1890. Atas dukungan suaminnya tersebut ahirnya berhasil mendirikan organisasi Pecinta Ibu Kepada Anak (PIKAT) 1917 yang bertujuan memberikan anak puteri lulusan setingkat SD dalam bidang keluarga. Dalam waktu sinkat cabang dari organisasi ini bermunculan seperti di Bogor, Jakarta, Magelang, Surabaya, Bandung dan Cimahi bahkan Balikpapan. Karena besarnya pertumbuhan maka pada tahun 1920 Belanda memberikan sumbangan.

13. SEKOLAH KEPUTRIAN BUDI UTOMO

Budi Utomo sebagai organisasi modern pertama juga telah memberikan perhatian terhadap kaum wanita yang dengan memdirikan Organisasi Wanita Utomo. Dibawah Wanito Utomo kemudian berdiri sekolah keputrian Budi Utomo di Yogyakarta.

14. NYI HADJAR DEWANTARA

Nyi Hadjar Dewantara dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 14 September 1890. beliau adalah seorang tokoh wanita pendiri Organisasi Wanita Taman Siswa. Kiprahnya dalam perguruan Taman Siswa adalah sebagai Pembina Taman Indra (TK) dan Taman Muda (SD). Sekitar tahun 1960-an ikut berperan dalam pendirian Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa, dan menjabat sebagai rektornya pada tahun 1965. pada tanggal 16 April 1961 Nyi Hadjar Dewantara meninggal dunia di rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta. Berdasar Surat Keputusan Mentri Sosial RI No. Pal. 52/61/PK tanggal 16 April ditetapkan sebagai hari Perintis Pergerakan Kebangsaan dan Kemerdekaan RI. Juga mendapat penghargaan berupa anugerah Tanda Kehormatan Satya Lencana Kebudayaan dengan surat keputusan Presiden RI No. 012/TK/1986 tertanggal 13 April 1986.

15. NY. SOEKONTO

Ny. Soekonto masa kecilnya bernama Siti Aminah. Dia dilahirkan di Klegen, Temanggung Jawa Tengah pada tanggal 5 Agustus 1889. tanggal 1924 pindah ke Yogyakarta bersama keluarga kemudian masuk menjadi anggota Wanita Utomo. Beliau menjadi ketua Pongres I pada tanggal 22-25 Desember 1928. beliau wafat pada tanggal 19 November 1969 dan dimakamkan di Payaman dekat Magelang. Jasa-jasa beliau sangat besar dalam peningkatan harkat martabat kaum wanita Indonesia.

16. PERGURUAN TAMANSISWA

Untuk menghadapi system pendidikan yang diterapkan Belanda yang hanya memberikan kesempatan bagi kaum priyayi untuk bisa bersekolah, Maka Ki Hadjar Dewantara mendirikan organaisasi pendidikan untuk kaum pribumi . sistim pendidikan dikenal dengan system amongnya berdasar pada kemerdekaan dan kodrat alam berdiri pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta dengan nama institute Onderwij Tamansiswa yang dalam perkembangannya menjadi semakin luas dengan berdirinya cabang-cabang di berbagai daerah.

17. KONGRES PEREMPUAN INDONESIA PERTAMA

Untuk mereleasasikan dari cita-cita sumpah pemuda yang tercetus pada tanggal 28 Oktober 1928, dikalangan kaum perempuan Indonesia mencetuskan Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung pada tanggal 22-25 Desember 1929. sebagai ketua kongres adalah Ny. Soekonto. Kongres dihadiri kurang lebih 1000 orang dari wakil 30 organisasi wanita di Jawa dan Sumatra.

18. INDISCHE VERENIGING 1914

Di negeri Belanda pada tahun 1908 para pelajar Indonesia mendirikan perhimpunan Indische Vereniging yang bertujuan untuk memperjuangkan nasib bangsa Indonesia. Kemudian pada tahun 1913 atas pengaruh dari Indische Partij terjun ke bidang politik. Tampak anggota Indische Vereniging tahun 1914 antara lain Ahmad Soebardo, Darsubroto, Maramis, Pandukartawirguna, Puradiningrat, dan Pamuncak.

19. JONG ISLAMIENTEN BOND MEDAN

Pada tanggal 7 Maret 1915 atas petunjuk Budi Utomo maka berdirilah Organisasi Pemuda yang pertama Trikorodarmo yang didirikan oleh Dr. Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman dan Sumardi. Tahun 1918 organisasi ini pindah menjadi Jong Java. Kemudian diantara anggota yang berprinsip keislaman keluar mendirikan Jong Islamienten Bond yang merupakan pengaruh Serikat Islam.

20. PENGURUS MUHAMMADIYAH

Organisasi Muhammadiyah didirakan oleh KH.Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912. perjuangannya berusaha meluruskan ajaran islam yang mulai pudar oleh budaya kolot. Sepak terjangnya melalui pendidikan, agama maupun social kemasyarakatan.

21. SIMBOL TRIKORODARMO

Sejalan dengan semakin maraknya organisasi pergerakan nasional maka pada tanggal 1 Maret 1915 di Jakarta Satiman Wiryosanjoyo mendirikan organisasi Trikorodarmo dengan visi seperti yang tersirat dalam simbolnya yaitu sakti, budi dan bakti. Sakti berarti memiliki kemampuan, budi berarti memiliki perbuatan luhur, bakti berarti patuh pada aturan.

22. KEPANDUAN JONG JAVA

Sejalan dengan lahirnya organisasi pemuda maka lahirlah organisasi kepanduan. Organisasi kepanduan yang pertama adalah JPO (Javaansche Padvinders Organisatie) di Solo tahun 1916 atas prakarsa Mangkunegoro VII, dan di kalangan Eropa berdiri Nederlands Indische Padvinders Vereeniging (NIPV). Tahun 1920 perkembangan kepanduan tampak menyolok sehingga berdiri berbagai macam organisasi kepanduan antara lain Sarekat Islam Afdeling Pandu (SIAP), Hizbul Wathon (HW), Nationale Pavinderij (NP) di bawah BU, Jong Java Padvinderij (JJP), National Islamitische Padvinderij (NATIPY), Indoneesische Padvinders Organisatie (INPO) di bawah Pemuda Indonesia dan Pandu Pemuda Sumatra (PPS). Tampak satu regu penuntun kepanduan Jong Java Patvinders membawa sepeda siap berangkat de Bogor dilepas oleh Murwadi dari gedung IC Jl. Keramat 106 Jakarta tahun 1927.

23. PERHIMPUNAN INDONESIA DI BELANDA

Pada tahun 1908 berdiri perkumpulan pelajar Indonesia bernama Indische Vereniging. Pada tahun 1922 berganti menjadi Indonesische Vereniging. Tahun 1925 berubah lagi menjadi Perhimpunan Indonesia yang semakin mempertegas tujuan organisasi yaitu Indonesia merdeka.

24. KOMISI JONG JAVA DI SOLO

Setelah Perang Dunia I Jong Java meningkatkan kegiatan politiknya dan dalam kongresnya di Solo tahun 1926 anggaran dasarnya menyebutkan ingin menghidupkan rasa persatuan dengan seluruh bangsa Indonesia yang akhirnya terealisasi pada tahun 1928 dengan mengadakan fusi dengan PPPI (Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia). Tahun 1929 dalam kongresnya ke 12 di Semarang tanggal 26-29 Desember 1929 Jong Java dibubarkan dan diganti dengan Indonesia Muda. Tampak anggota Jong Java sewaktu berkongres di Solo tahun 1926.

25. KONGRES PEMUDA INDONESIA I

Kongres Pemuda I tahun 1926 diadakan di Gedung ST Zaen (Gedung Setan), sekarang gedung Farmasi Jakarta. Kongres berlangsung 30 April s.d. 2 Mei 1926. Para utusan pemuda dari berbagai daerah setuju untuk mengembangkan persatuan pemuda-pemuda Indonesia sebagai suatu bangsa dan rasa persatuan harus mengatasi kepentingan golongan, bahasa maupun agama. Dapat dikatakan bahwa tema dari kongres tersebut adalah Indonesia bersatu.

MASA PERLAWANAN LOKAL

1. LUKISAN KEDATANGAN BANGSA BARAT

Kedatangan Bangsa Barat/Eropa pertama ialah Portugis tahun 1511. sedangkan Angkatan Laut Belanda pertama ke Indonesia pada tahun 1595dan 1956. Tujuan penyelengaraan ialah hendak mengambil hasil-hasil rempah-rempah Indonesia secara langsung dan tidak lagi dari Lisabon. Hal ini diakibatkan oleh tejadinya perang antara Belanda dan Spanyol. Tampaak kapal-kapal Angkatan Laut Belanda di bawah Cornelis De Houtman antara lain Mauritius, De Jacht, Hollandi dan Amfterodamun tiba di Banten.

2. LUKISAN MENENTANG MONOPOLI VOC

Kedatangan Belanda ke Nusantara semula bertujuan mencari rampah-rempah. Karena merasakan keuntungan yang luar biasa di negerinya (Eropa) maka dilakukan usaha-usaha peningkatan hasil. Salah satunya dengan menjalankan monopoli dagang yang dalam prekteknya sangat merugikan rakyat bumiputera. Hal ini menimbulkan konflik yang berkelanjutan dengan perlawanan terhadap bangsa Belanda seperti yang terjadi di daerah-daerah.

3. PERLAWANAN RAKYAT SULAWESI

Perlawanan rakyat Sulawesi diakibatkan oleh adanya monopoli dagang Belanda (VOC) yang sangat merugikan rakyat. Dibawah pimpinan Sultan Hasanudin raja Goa, rakyat mengadakan serangan terhadap Belanda pada tahun 1667. peperangan terhenti setelah Benteng Somba Opu, benteng pertahanan Sultan Hasanudin diduduki Belanda pada tahun 1669.

4. SULTAN HASANUDIN

Sultan Hasanudin dilahirkan pada tahun 1631 di Ujungpandang. Ia adalah putera ke dua dari Sultan Malikussaid, Raja Gowa ke 15. dengan keberaniannya Ia menentang monopoli rampah-rempah yang dilakukanoleh Belanda sehingga terjadilah peperangan hebat antara keuda belah pihak. Dengan siasat licik Belanda Sultan Hasanudin menerima Perjanjian Bonggaya 18 November 1667. karena perjanjian tersebut merugikan rakyat kembali Sultan mengadakan perlawanan. Jatuhnya benteng Somba Opu menyebabkan lemahnya pasukan Gowa sehingga perang tidak berlanjut. Sultan Hasanudi mengundurkan diri dan diganti oleh puteranya Sultan Amir Hamsah. Tanggal 12 Juni 1670 Sultan Hasanudin wafat. Berdasarkan Surat Keputusan presiden Republik Indonesia No 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 Nopember 1973 ditetapkan sebagai pahlawan Perjuangan Kemerdekaan.

5. PERLAWANAN RAKYAT KALIMANTAN

Politik adu domba dijalankan oleh Belanda untuk menguasai Nusantara. Tahun 1859 Sultan Tamjidillah yang tidak disukai rakyat diangkat oleh Belanda menjadi Sultan Banjar. Padahal yang lebih berhak adalah Pangeran Hidayat. Oleh karenanya Pangeran Antasari membelanya. Atas dukungna dari kepala-kepala daerah Hulu Sungai, Martapura, Barito, playhari. Kapuas, dsb, perlawanan segera dilakukan pertama kali pada 18 April 1859 dan dikenal dengan Perang Banjar (kalimantan Selatan). Pada tanggal 11 Oktober tahun 1862 Pangeran Antasari wafat sebelum melaksanakan serangan besar-besaran yang telah dirancang pada bulan Oktober 1862.

6. PANGERAN HIDAYAT

Pangeran Hidayat adalah soerang pemimpin perang dari daerah Kalimantan Selatan pada abad XVIII. Oleh karena kemahirannya dalam peperangan menyebabkan Belanda mengalami kesulitan untuk memadamkan perjuangannya

7. KAPITAN PATTIMURA

Thomas Matulesi yang kemudian dikenal dengan Kapitan Patimura dilahirkan di Ambon tahun 1783. Beliau pernah masuk dinas militer Inggris dengan pangkat sersan. Tahun 1816 ketika Belanda berkuasa, di Maluku mengalami penindasan. Maka Patimura segera menyusun strategi perang dengan Benteng berhasil dikuasai. Mulai saat itulah Patimura dan anak buahnya menajdi pasukan yang disegani oleh Belanda. Hingga akhirnya Patimura tertangkap di Sirisori. Atas putusan pengadilan Belanda Patimura dihukum gantung pada tanggal 16 Desember 1817.

8. KHRISTINA MARTHA TIAHAHU

Khristina Martha Tiahahu dilahirkan kurang lebih tahun 1800 di Nusa Laut, Kepulawan Maluku. Ia adalah anak sulung dari Kapitan Paulus Tiahahu yang menjadi pimpinan perlawanan di Nusa Laut. Pada tanggal 17 Mei 1817 pasukan pejuang berhasil merebut Benteng Belanda (Duurstede) dan kemudian menyusul Benteng Beverdijk. Tetapi dengan siasat liciknya Belanda berhasil memasuki benteng dan menangkap para penghuninya pada tanggal 10 Nopember 1817 dihukum mati. Sejak kematian ayahnya Khristina Martha Tiahahu masuk hutan dan bejuang, tetapi Belanda berhasil manangkapnya. Dia dibawa ke Jawa untuk bekerja paksa di perkebunan kopi. Di perjalanan selalu mengadakan aksi mogok makan dan tutup mulut, sehingga badannya melemah. Hingga pada tanggal 1 Januari 1818 tengah malam Khristina meninggal. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI no 012/TK/Tahun 1969, tanggal 20 Mei 1969 ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

9. PANGERAN DIPONEGORO

Pangeran Diponegoro lahir pada tanggal 11 Nopember 1785 dengan nama Pangeran Ontowiryo. Beliau adalah putra dari Sultan Hamngkubuwono III dari istri selir yang bernama RA. Mangkorowati. Semasa kecil Beliau tinggal bersama nenek buyutnya Ratu Ageng (Janda dari HB 1) di Tegalrejo. Oleh karena sikap Belanda yang menyengsarakan rakyat dengan menetapkan pajak tinggi (pajak pacumpleng) dan keinginan Belanda membangun jalan yang melewati tanah leluhur Pangeran Diponegoro maka terjadilah perlawanan yang kemudian terkenal dengan nama Perang Diponegoro atau Perang Jawa (20 Juli 1825-28 Maret 1830). Perlawanan Beliau didukung oleh para bangsawan, ulama maupun rakyat biasa antara lain Kyai Mojo, Sentot Basyah Parawirodirjo, Pangeran Mangkubumi dan lain-lain. Atas siasat licik Belanda maka pada tanggal 28 Maret 1930 Diponegoro ditangkap dalam sebuah Perundingan di kantor Karesidenan Kedu Magelang yang kemudian diasingkan ke Manado. Pada tahun 1834 dipindahkan ke Ujung pandang sampai wafat tanggal 8 Januari 1855.

10. NYI AGENG SERANG

Nyi Ageng Serang waktu lahir pada tahun 1752 bernama Raden Ajeng Kustiah Retno Edi. Ayahnya bernama Pangeran Notoprojo yang kemudian terkenal dengan nama Panembahan Serang (Bupati Serang, daerah terpencil sebelah utara Sala). Waktu terjadi pertempuran antara VOC dengan pasukan ayahnya (Notoprojo) yang menolak perjanjian Giyanti,beliau tertangkap dan dibawa ke Yogyakarta. Tetapi kemudian dikembalikan ke Serang. Hingga saat meletus perang Diponegoro (1825-1830) kembali beliau melibatkan diri bersama cucunya R.M. Papak, meski telah berusia 73 tahun. Pasukannya selalu berhasil memporak-porandakan pasukan Belanda di daerah Purwodadi, Semarang, Demak, Kudus, Yuwono, dan Rembang. Nyi Ageng Serang pernah mempimpin pasukan secara langsung di Desa Beku, Kabupaten Kulon Progo. Beliau wafat pada usia 76 tahun dan dimakamkan di Desa Beku, Kabupaten Kulon Progo sesuai pemrmintaan Beliau.

11. TUANKU IMAM BONJOL

Tuanku Imam Bonjol lahir pada tahun 1772 di kampung Tanjungbumi Kabupaten Pasaman Sumatra Barat semula bernama Petosyarif. Karena berhasil mendirikan negeri Bonjol maka lebih dikenal sebagai Imam Bonjol. Pertikaian antara kaum Padri dan kaum adat telah melibatkan Imam Bonjol dan Belanda. Melihat kekuatan kaum Padri di bawah Iamam Bonjol maka Belanda kawatir sehingga membuat perjanjian tahun 1824 (Perjanjian Pasang) yang akhirnya dilanggar oleh Belanda dengan serangan ke daerah negeri Pandasikap. Peperangan berkobar lagi dengan ajakan damai maklumat Palakat Panjang Belanda tiada digubrisnya. Setelah tiga kali Belanda mengganti panglima Perangnya barulah negeri Bonjol dapat direbut pada tanggal 16 Agustus 1837. Akhirnya Tuanku Imam Bonjol dapat ditangkap dalam sebuah pengkianatan perundingan Belanda yang kemudian diasingkan ke Cianjur, dipindahkan ke Ambon, ke Manado sampai wafat 6 Nopember 1864 dalam usia 92 tahun. Pemerintah RI menangkap sebagai pahlawan perjuangan perang Padri Sumatra Barat.

12. PELAKSANAAN TANAM PAKSA

Akibat terjadinya Perang Diponegoro dan Perang Padri Belanda mengeluarkan biaya sebesar 20 jt Golden ditambah utang VOC kepada Belanda 32 juta Golden. Dari sinilah maka muncul rencana Tanam Paksa (Cultur Stelsel) yang dikemukakan oleh Van Den Bosch tahun 1830. Tanam Paksa pada hakekatnya memperkenalkan tanaman ekspor baru seperti tebu, kopi, nila, teh untuk menggantikan rempah-rempah yang tidak laku lagi di Eropa untuk ditanam secara paksa sehingga banyak menyebabkan kesengsaraan rakyat.

13. TEUKU UMAR

Teuku Umar lahir pada tahun 1834 di Meulaboh Aceh. Pada saat usia 19 tahun (1873) Teuku Umar telah melibatkan diri dalam Perang Aceh. Tahun 1978 markas pasukannya di Kampung Garan diduduki Belanda. Dengan siasat menyerah kepada Belanda maka Teuku Umar dipercayai untuk membawahi 32 orang tentara untuk menumpas pasukan Raja Teunom, yang kedua dipercaya membawahi 250 prajurit untuk menumpas Pejuang Aceh. Pada tanggal 29 Maret 1896, Teuku Umar melarikan 800 buah senjata dengan 25.000 butir peluru, dan uang 18 ribudolar sehingga menyebabkan kerugian bagi Belanda marah dan memerintahkan menangkap Teuku Umar. Pada pertempuran tanggal 10 Februari 1899 Teuku Umar tertembok dan gugur sebagai kusuma bangsa.

14. CUT NYAK DIN

Beliau adalah seorang tokoh pejuang wanita dari Aceh. Cut Nyak Din dilahirkan di Lampadang, Aceh Besar pada tahun 1850. Ayahnya bernama Nanta Sitia, Ulebalang VI, Mukim, seorang Aceh keturunan Minangkabau, suaminya Teuku Cek Ibrahim yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda tahun 1878. Tahun 1880 Beliau menikah dengan Teuku Umar dan kemudian meneruskan perjuangan. Teuku Umar gugur dalam pertempuran di Meulaboh tanggal 11 Pebruari 1899. Setelah selama kurang lebih 6 tahun berjuang Cut Nyak Din akhirnya tertangkap dan diasingkan ke Sumedang, Jabar dan meninggal pada tanggal 6 Nopember 1908.

15. CUT MEUTIA

Cut Meutia dilahirkan di Perlak, Aceh pada tahun 1870. Bersama suaminya Teuku Cik Tunong mengadakan perlawanan terhadap Belanda. Bulan Mei 1905, Teuku Cik Tunong menjalani hukuman mati karena tertangkap Belanda. Perjuangan tetap dilanjutkannya. Pasukan di bawah pimpinan selalu berpindah-pindah. Karena perang yang terus berlangsung lama akhirnya pasukannya makin lemah. Pada suatu peperangan Cut Meutia gugur dengan beberapa butir peluru yang menembus tubuhnya. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No 107/ Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964 ditetapkan sebagai Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan.

16. PERLAWANAN ACEH

Aceh merupakan daerah di Nusantara yang paling akhir ditaklukan oleh Belanda . Rakyat Aceh dengan pimpinan kaum Ulama mencanangkan Perang Jihad kepada Belanda dalam waktu yang sangat lama dari tahun 1837 sampai dengan tahun 1912. Perlawanan berlangsung lama karena daerah Aceh banyak bukit sehingga memudahkan melaksanakan perang gerilya.

Senin, 22 Maret 2010

PERIODE 1950-1959

Periode ini dimulai setelah pengakuan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 oleh Belanda. Pengakuan Kedaulatan Indonesia oleh dunia internasional merupakan babak baru dalam sejarah perjuangan yang mana Bangsa Indonesia sudah memiliki kedudukan yang sederajat dengan bangsa lain di dunia. Akan tetapi, bangsa Indonesia masih harus memperjuangkan Irian Barat untuk bersatu dengan Negara RI karena masih dikuasai oleh Belanda.

Pada periode ini bias dikatakan merupakan masa uji coba terhadap model demokrasi yang cocok bagi Indonesia. Sebab pada saat itu selalu terjadi pergantian system pemerintahan. Sebetulnya sejak tahun 1945 sistem pemerintahan yang dipergunakan juga sudah tidak pas dengan UUD 1945 karena menggunakan Kabinet Parlementer dengan Perdana Menteri. Namun hal ini larut dalam suasana perang fisik untuk mempertahankan kemerdekaan. Pelaksanaan model itu diulang lagi pada tahun 1950. Bahkan muncul UUDS 1950 yang menguatkan system pemerintahan Parlementer.

Maka pada saat itu dalam jangka waktu tahun 1950-1958 terjadi pergantian cabinet sampai 7 kali. Hal ini bias terjadi karena pada system demokrasi parlementer setiap partai ingin memenangkan partainya dan menguasai pemerintah. Padahal jumlah partai lebih dari 30-an. Sehingga bias dipahami bahwa selalu terjadi perdebatan di tingkat parlemen oleh wakil partai-partai untuk memenangkan dan mendahulukan program partainya. Maka seasana selalu diliputi oleh persekongkolan antar partai untuk menjatuhkan partai yang berkuasa.

MASA PROKLAMASI SAMPAI DENGAN PENGAKUAN KEDAULATAN

Periode 1945-1949 merupakan masa genting bagi bangsa Indonesia karena pada periode ini muncul berbagai ancaman tantangan, hambatan dan gangguan itu berasal dari dalam dan luar negeri.

Belum genap sebulan kemerdekaan diperoleh telah datang Tentara Sekutu yang diboncengi oleh tentara Belanda. Belanda bermaksud untuk menjajah lagi Indonesia. Di samping itu, Tentara Jepang tidak begitu saja mau melepas senjata dan mengakui kemerdekaan Indonesia. Pertumpahan darah terjadi di mana-mana untuk mempertahankan kemerdekaan, baik melawan Tentara Jepang maupun Tentara Belanda. Namun karena kedudukan RI masih lemah maka proses mempertahankan kemerdekaan ini memakan waktu yang cukup lama. Belanda mengadu domba bangsa Indonesia dengna membentuk Negara-negara boneka setelah berhasil mengadakan agresi militernya.

MASA PERWUJUDAN

Kelahiran Sumpah Pemuda tahun 1928 yang dibidani oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia merupakan titik puncak dari kesadaran perlunya Nasionalisme Indonesia. Peristiwa ini menunjukkan adanya kesadaran sejarah bahwa mereka yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang mendiami tanah air yang dijajah Belanda adalah satu kesatuan, senasib, dan sepenanggungan sehingga perlu untuk menentukan sikap untuk bersatu membentuk suatu Negara yang merdeka, berdaulat adil dan makmur yang selama itu hanya menjadi idam-idaman saja. Mereka berhasil menyatakan kebulatan tekad akan pengakuan tanah air, bangsa, dan bahasa yang satu yaitu Indonesia. Di samping itu mereka juga sudah mempersiapkan lagu kebangsaannya kelak yaitu Indonesia Raya dan bendera negaranya Merah Putih.